PGN Berharap Tetap Terlibat Di Blok Sanga

April 2018 ยท 4 minute read
  • Perusahaan Gas Negara (PGN) sedang membahas rencana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas (migas) dengan Kementerian BUMN. Ke delapan blok tersebut, Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-sanga,Blok South Easth Sumatera (SES),Blok NSO, Blok B, Blok Tengah dan Blok East Kalimantan. Adapun, Blok East Kalimantan berakhir pada Oktober 2018 sementara Blok Attaka berakhir kontraknya di tahun ini. Diantaranya dengan mengirim analis senior untuk menaikkan profil produksi migas per tahun.
    Blok ini dimenangkan oleh Independent Indonesian American Petroleum Co. (IIAPCO) pada September 1968. Apalagi, kontrak dua blok itu berakhir berbarengan pada 28 Februari 2018. Adapun fakta ketidakberpihakan Kementerian ESDM kepada Pertamina sejak awal juli 2017 sudah terlihat dengan sikap Achandra yang terkesan sudah mengancam Pertamina untuk segera mengembalikan blok tersebut dari delapan blok migas yang akan dikelola oleh Pertamina.
    Arcandra mengatakan dua perusahaan migas yang menjadi pesaing Pertamina itu adalah Lukoil dari Rusia dan Maersk dari Denmark. Ke delapan blok migas itu meliputi Blok South East Sumatera, Blok East Kalimantan, Blok Tengah, Blok Attaka, Ogan Komering, Blok Tuban dan Blok Sanga-Sanga. Perusahaan hulu migas asal Malaysia itu pun masih menunggu penawaran kerja sama Pertamina, untuk bergabung menggarap di salah satu blok terminasi itu.
    Pertama, sebagian besar blok migas tersebut sudah berproduksi rata-rata 20 tahun, memiliki cadangan migas yang sudah menipis, dan laju penurunan produksi yang relatif tinggi. Fahmi Radhi, Pengamat Energi UGM menyebut, sesuai Pasal 33 UUD 1945, blok migas yang sudah berakhir dikembalikan ke negara. Kasus itu bermula saat Pertamina pada 2009, melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd.
    - Pertamina diberikan mandat oleh Pemerintah untuk mengambil alih blok migas yang akan berakhir dalam beberapa tahun mendatang yakni blok Mahakam, Sanga-sanga dan merupakan katalis positif bagi ELSA dimana Pertamina merupakan mitra utama perusahaan. Dia berpendapat, seharusnya penyidik sudah mendapat bentuk bagan organisasi Pertamina dan tata kelolanya terkait proses bisnis yang sudah baku dijalankan di Pertamina, terutama terkait aksi akuisisi dan divestasi suatu blok migas di dalam maupun di luar negeri.
    Ada juga Blok B dan Blok NSO di Aceh yang dikelola oleh anak usaha Pertamina. Alasannya, produksi migas dari blok-blok tersebut cukup menjanjikan secara ekonomis. Pertamina menegaskan bahwa peran kedua blok terminasi itu sangat strategis, terlebih Blok East Kalimantan. Rencananya, pengembangan kedua blok itu akan segera diintegrasikan dengan pengembangan Blok Mahakam yang akan dikelola Pertamina di awal tahun yang sama.
    Pertamina EP Temukan Cadangan Baru Gas Di Papua Barat
    Ego menuturkan, Pertamina telah menyerahan dua blok migas terebut pemerintah, kemudian dua blok tersebut akan dilelang kembali secara terbuka. Seperti dikutip , Pemerintah telah menunjuk PT Pertamina (Persero) untuk mengelola delapan wilayah kerja yang akan habis masa kontraknya pada 2018. Untuk kelima blok migas yang habis masa kontraknya tersebut, Pemerintah akan menyerahkan pengelolaannya kepada PT. Pertamina.
    RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Potensi Besar, Rifan Financindo dan BBJ Gelar Edukasi Pasar
    Sesuai Work Program and Budget (WP&B) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas (SKK Migas) tahun 2016, produksi minyak dan kondensat Blok East Kalimantan ditargetkan mencapai 14.470 barel per hari (BPH). Media Tata Ruang- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menugaskan PT Pertamina (Persero) mengelola Blok Attaka pasca kontraknya berakhir tahun ini.
    Jakarta - Mental pejabat negara yang meragukan kemampuan bangsa sendiri dalam mengelola blok migas harus diubah karena pemikiran seperti itu keliru, kata mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Fahmy Radhi. Adapun, PT Pertamina (Persero) bakal menjadi pengelola baru dari blok Sanga-sanga tersebut. Menteri Energi Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah tidak serta-merta memutuskan suatu wilayah kerja yang akan habis kontrak untuk diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina.
    Sementara itu, pengelolaan blok-blok seperti Blok East Kalimantan, Blok Attaka, Blok Sanga-Sanga, Blok SES, dan Blok Rokan yang akan habis kontrak pada 2021 membutuhkan total dana sebesar USD 2,7 miliar hanya untuk perawatan. Namun, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial menyatakan, perseroan telah menyatakan keinginannya untuk mengelola kedua blok tersebut.
    Saka Temukan Cadangan Migas
    ?Saat ini proses peralihan Blok East Kalimantan sedang dilakukan. Ego mengatakan, Pemerintah memberi kebebasan Pertamina dalam mencari mitra untuk mengelola delapan blok migas, namun dianjurkan untuk tetap menggandeng operator lama karena sudah berpengalaman mengelola blok migas tersebut. Investasi tersebut rencananya akan dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Sanga-sanga, PT Karunia Utama Perdana, dan Opicoil Houston Inc dengan bonus tanda tangan sebesar US$10 juta.