Mitos BBM Pertamina Yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat Indonesia

May 2018 ยท 4 minute read

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mau tidak mau harus menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Penugasan jenis Premium di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali), setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Permohonan Shell untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi dikabulkan bila tingkat keuntungannya tak lebih dari 10 persen. Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 20 tahun Tahun 2017 bahkan sudah mengatur, tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4, berisi tentang BBM RON minimal 91,92 dan 95. Selain itu, kata dia, ada peralihan minat masyarakat yang semula mengonsumsi premium ke BBM non subsidi seperti pertalite, pertamax, dexlite, dan sebagainya.
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, kembali meminta Pertamina tidak menahan distribusi Premium di SPBU yang ada di luar Jamali. Dia menyebutkan, penugasan untuk AKR Corporindo adalah pendistribusian BBM jenis tertentu, yakni solar sebesar 250.000 kilo liter ke seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pengiriman mobil tangki BBM Premium ke SPBU datang terlambat. Apalagi, pemerintah sudah menetapkan harga Premium penugasan tidak bakal naik sampai tahun depan.
Dirinya melanjutkan, hal tersebut menyusul terjadinya kekurangan pasokan Premium di beberapa wilayah Indonesia. ”Dengan revisi prepres, semoga kebutuhan masyarakat akan BBM jenis premium bisa terpenuhi,” harap Imam. “Harga BBM di Indonesia sangat mahal dibandingkan di luar negeri karena struktur harga yang banyak. Di wilayah Sumsel ini, dari 147 total SPBU, sebanyak 80 persen di antaranya masih menyediakan premium dan solar.
Saat ini BBM yang harganya ditetapkan langsung oleh Pemerintah adalah Solar dan Minyak Tanah yang merupakan BBM bersubsidi dan Premium yang merupakan Jenis BBM Khusus Penugasan (Premium di luar Jawa Bali). Data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) per Juni menyebut, ada 1.904 SPBU yang kedapatan tak lagi menjual premium. Selain Perpres, aturan turunannya yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM juga akan direvisi.Disebutkan dari data dan kunjungannya ke beberapa daerah memang ditemukan pengurangan pasokan premium.
Berita Bursa Trading Forex, Saham, Bitcoin, Emas, Binary Option Online
Jadi, beban Premium memang bertambah karena harga minyak dunia naik, tetapi ada juga pendapatan lain dari hulu yang bisa menekan hal tersebut. Menurut Jonan, penetapan harga BBM jenis Premium dan Solar tidak naik ini dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat. “Semua harga BBM tidak naik,” kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Perusahaan Pertamina Wianda Pusponegoro dalam siaran pers, Jumat.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap kebijakan BBM satu harga maka sudah seharusnya program pendirian SPBU vivo di luar Jawa segera terealisasi paling lambat tahun 2017. Harga BBM tersebut, seharusnya ditetapkan per tiga bulan, namun hingga sekarang belum ada perubahan secara signifikan. Ignasius Jonan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa masyarakat, khususnya di Jawa, Bali, dan Madura tidak perlu lagi khawatir terhadap ketersediaan premium mulai 2-4 minggu kedepan.
RIFANFINANCINDO - Potensi Besar, Rifan Financindo dan BBJ Gelar Edukasi Pasar
Sehingga jika kita ingin menyalurkan BBM ke Yahukimo yang berjarak sekitar 1000 km lewat perjalanan darat, sedangkan BBM biasanya dikirm menggunakan Kapal Perintis Yahukimo I yang seringkali terganggu akibat surutnya Sungai Brasa di kabupaten tersebut, mengakibatkan harga bensin bisa mencapai Rp150.000 per liternya. Namun, harga BBM jenis Premium dan Pertalite tidak mengalami kenaikan harga.Tak Hanya Di Luar Jawa & Bali, Premium Jadi BBM Penugasan
Sofyano mengemukakan hal tersebut terkait kebijakan BPH Migas yang menugaskan dua perusahaan, yakni PT AKR Corporindo Tbk sebagai badan usaha Pelaksana Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu (P3JBT) solar; dan PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha P3JBT solar serta minyak tanah, sekaligus Pelaksana Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Khusus Penugasan (P3JBKP) premium.
Terkait Ledakan Bom Di Surabaya, Analis Prediksi IHSG Masih Di Zona Hijau
Karena SPBU swasta boleh menjual BBM RON 88 di wilayah Jamali, lanjut Bambang, Pertamina boleh mengambil margin sampai 10%. ”Perlu diatur berapa persen BBM jenis premium yang harus diberikan kepada pengecer dan berapa persen yang harus diberikan kepada pengendara. Jonan menilai kelangkaan BBM jenis Premium yang dikeluhkan masyarakat sebenarnya terjadi karena harga BBM umum, seperti Pertalite berbeda sangat besar ketimbang harga Premium.
Alasan dari Pertamina hanya menyediakan Premium di empat wilayah Jawa Barat karena memang Pertamina tidak wajib menyediakan BBM jenis Premium di wilayah Jawa. Sedangkan penugasan PT Pertamina adalah pendistribusian BBM jenis tertentu sebesar 15.980.000 kilo liter ke seluruh wilayah Indonesia; dengan rincian solar 15.370.000 kilo liter dan minyak tanah 610.000 kilo liter.