Laju Konsolidasi IHSG Cenderung Naik, Sembilan Saham Dijagokan

March 2018 ยท 3 minute read

Best Profit Futures - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan konsolidasi pada perdagangan saham di awal pekan ini. IHSG melemah lantaran telah menguat cukup tinggi sejak Indonesia memperoleh predikat investment grade dari Standard and Poor’s (S&P). VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak konsolidasi, dengan tren melanjutkan reli kenaikan pada perdagangan Kamis 20 November 2014. Saham kapitalisasi besar bebani laju IHSG. Namun, jika potensi aksi ambil untung pelaku pasar begitu tinggi pada pekan ini karena IHSG sudah terlalu tinggi”, terang Kevin.
Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak konsolidasi dengan potensi menguat tipis. Saat ini IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi, sebelum melanjutkan proses kenaikan,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya di Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018. Sementara itu, analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG bakal bergerak konsolidasi di kisaran 5.800-5.850.
Waskita Targetkan Kontrak Baru 2014 Capai Rp 18,7 Triliun
Sementara itu, Analis PT Reliance Securities memperkirakan IHSG bergerak variasi dengan kisaran 4.490-4.550 pada awal pekan ini. Menurut Lanjar, dari analisis teknikal diketahui, indikator stochastic bergerak positif pada level jenuh beli dengan momentum terkonsolidasi pada indikator RSI. Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang cenderung melemah dapat berdampak negatif pada pergerakan IHSG.
Naik Tiga Kali Lipat, Waskita Realty Bukukan Laba Bersih Rp 127,42 Miliar
Aksi profit taking yang dilakukan oleh investor dikarenakan sentimen investor pada saat sebelum pengumuman inflasi dan setelahnya yang membuat delapan sektor penopang IHSG melemah terutama di sektor industri dasar. Bursa global saat ini sudah menguat lebih tinggi dibandingkan penguatan IHSG. Kondisi tersebut mencerminkan IHSG berada di fase konsolidasi menjelang pergantian bulan.
Financial Tribune IHSG kembali kehilangan momentum reversal setelah dibuka optimis dan ditutup pesimis break out level 6.300. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” ujarnya. Konsolidasi masih berlanjut, support level IHSG masih terlihat cukup kuat bertahan,” papar William dalam risetnya. Pada hari sebelumnya, IHSG ditutup pada zona negatif turun 16,42 poin di level 6.339 setelah sempat menguat di awal sesi perdagangan hingga naik lebih dari 1 persen.
IHSG bergerak negatif terutama masuk sesi dua perdagangan. Padahal kalau kita menggali lebih dalam, investor reksadana saham juga memperhatikan pergerakan IHSG. Penguatan IHSG juga mendapat sentimen positif dari Bursa Asia. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 4.990 sedangkan resist pada level 5.070. , JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak terkonsolidasi meski sejumlah pihak optimistis bakal mendarat di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini.
RIFAN FINANCINDO
Hingga penutupan kemarin IHSG telah tumbuh YTD 2017 sebesar 8.52% dan asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 21.49 Triliun. Dengan demikian, sepanjang sepekan IHSG telah mengalami penguatan 1,47% dari penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.691,39 dan terendah 5.675,58. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.703,46 - 5.730,84.
Pekan lalu, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah dengan koreksi 1,99% dari posisi 6.433,32 poin pada akhir pekan sebelumnya menjadi 6.304,95 poin pekan lalu. Hari ini IHSG berpeluang menguat,” tukasnya. - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan akan mengalami balik arah ke zona positif, paska ditutup melemah 83 poin atau 1,57 persen ke 5.215 akhir pekan lalu, meskipun sempat menembus level 5.300.
Terlihat sektor aneka industri dan industri dasar memberikan kontribusi untuk pelemahan IHSG. IHSG saat ini bergerak dalam rentang konsolidasi wajar ditopang oleh fundamental perekonomian yang kuat. “Maka pencapaian rekor baru masih sangat memungkinkan untuk terjadi, hari ini IHSG berpotensi menguat,” katanya. Tercatat menutup perdagangan akhir pekan, IHSG melemah sebesar 9,81 poin atau 0,20% menjadi 4.838,58.
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi wajar. Pada pembukaan perdagangan IHSG naik ke level 5.154,37 dibandingkan 5.152,09 pada penutupan kemarin. Dari bursa saham, pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, dari sisi grafiknya, tren IHSG saat ini masih bullish.