Jokowi Pilih Perry Pimpin BI

March 2018 ยท 2 minute read

Sebab, kata Ekonom Center of Reform on Economic (CORE), Piter Abdullah kedua tokoh ini berasal daerah yang sama, Jawa Tengah. Di mana, Jokowi berasal dari Solo, sementara Perry dari Sukoharjo, ‘tetanggaan’ dengan Solo. “Posisi pak Perry backgroundnya orang Jawa, apalagi ia orang Solo tentu punya chemistry-lah. Bisa berkomunikasi lebih baik dengan Pak Jokowi. Saya pribadi bisa katakan, itu pilihan yang tepat,” kata Piter Abdullah kepada Sumedang Media, Jakarta, Minggu (25/2/2018). Selain komunikasi yang baik, kata Piter, Perry dinilai mampu menjalankan tugas gubernur BI dengan lebih baik ketimbang pendahulunya, yakni Agus Martowardojo. Lantaran, Perry piawai urusan moneter.
SKK Migas Soroti Tingginya Biaya Produksi Pertamina EP
“Beliau kemampuan moneternya paling bagus. Udah Bekerja di BI 30 taun lebih. Jadi ia yang paling paham kebijakan moneter itu sehingga diharapkan pak Perry bisa melakukan manufer di kebijakan moneter dengan tujuan pro groud tapi ga bahayakan stabilitas ekonomi,” ujar Piter. Perry ialah alumni Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Seia menambahkan ia meraih gelar Msc dalam bidang ekonomi moneter dan internasional dari Iowa State University, Ames, USA pada 1988.
IHSG Berpotensi di Zona Hijau, Awasi 7 Saham Pilihan
Dua tahun berselang, Perry berhasil menggondol gelar Ph.D dari universitas yang sama, Iowa State University, untuk bidang ekonomi moneter dan internasional. Dirinya tergolong rajin menulis dan mempublikasikan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional Perry juga dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional, di samping sebagai dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Potensi Besar, Rifan Financindo dan BBJ Gelar Edukasi Pasar
Sebelum ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI, Perry menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan itu diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia. Sebelum kembali ke BI pada 2009, Perry menduduki posisi penting sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada 2007-2009.
Presiden Jokowi Ajukan Calon Tunggal Gubernur BI
Ia mempunyai karir yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur.