IHSG Tertekan Kembali Lirik 10 Saham

March 2018 ยท 2 minute read

Ekuitas di Eropa mayoritas dibuka optimis diatas 1% dengan Indeks Eurostoxx (+1.60%), FTSE (+1.33%), DAX (+1.92%) dan CAC40 (+1.46%). USD turun karena kekhawatiran usualan anggaran presiden Donald Trump untuk menyeimbangkan anggaran dalam 10 tahun. Saham-saham sektor tambang dan produsen bahan kimia menjadi leader penguatan saham di Eropa.
Arus Penumpang Deras, PT Angkasa Pura II (Persero) Banjir Pendapatan
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Potensi Besar, Rifan Financindo dan BBJ Gelar Edukasi Pasar
Diawal pekan mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat. Indeks Shanghai (+1.29%) memimpin penguatan disusul KOPSI (+0.91%) ditengah liburnya bursa saham di Jepang sedangkan Hangseng (-0.16%) ditutup terkonsolidasi melemah tipis diakhir sesi perdagangan. Katalis pendukung ialah upaya untuk mencairkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Gelar Rights Issue, Minna Padi Bakal Lepas 11 Miliar Lebih Saham
Diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak kembali cenderung tertekan diperdagangan selanjutnya dengan range pergerakan 6460-6556. Lanjar Nafi, Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati yakni AKRA, ANTM, ASII, ASRI, BBRI, BMTR, CPIN, SMCB, SMGR, ELSA, INKP. “IHSG kembali terkonsolidasi secara teknikal dengan mencoba terus bertahan diatas 6500. Terkonsolidasinya pergerakan IHSG semakin membentuk pola trend bearish jangka pendek hingga mampu break out level MA20 dikisaran level 6560,” ujar dia di Jakarta, Selasa (13/2/2018).
Bos BKPM sebut Uni Eropa berperan bantu RI hindari jebakan kelas menengah
Ia katakan Indikator stochastic terkonsolidasi pada area cukup rendah pada oscillator dengan momentum yang terkonsolidasi diarea middle indikator RSI. IHSG (+0.21%) kemarin, ditutup menguat 13.58 poin dilevel 6519.11 dengan kecenderungan terkonsolidasi sejak awal sesi perdagangan. Saham-saham sektor pertanian (+1.73%) dan pertambangan (+1.69%) menjadi pemimpin penguatan. Reboundnya harga komoditas Energy seperti CPO, Batubara dan Minyak menjadi faktor utama. Investor asing masih tercatat net sell sebesar 583.19 Miliar rupiah dengan saham ASII dan PGAS yang menjadi teramai di jual Investor Asing.