Berapa Pasokan Apartemen Di Jakarta Dan Sekitarnya?

April 2018 ยท 4 minute read

JAKARTA - Coldwell Banker Commercial melihat, pasar perkantoran di Jakarta mengalami pertumbuhan cukup pesat pasca krisis ekonomi global tahun 2008. Sementara untuk penjualan rumah second atau bekas terjadi peningkatan sebesar 0,67 persen (11). “Situasi kelebihan pasokan di perkantoran dan residensial bertingkat terus menempatkan tekanan terhadap penyewaan dan tingkat harga sepanjang 2018,” kata Ferry Salanto. Dua tahun ke depan (2019-2020) Ferry menilai suplai apartemen di Jakarta lebih masuk akal, sekitar 10 ribuan unit per tahun.
Selama kuartal-IV 2017 rasio pembelian apartemen pasca penawaran oleh pengembang (take-up rate) naik tipis 0,3 persen dari kuartal sebelumnya menjadi 85,9 persen. Sebelum krisis ekonomi, kapitalisasi pembangunan apartemen selama lima tahun hanya mencapai Rp 15 triliun. Berdasarkan data dari Indonesia Properti Watch (IPW), transit oriented development—prospek adanya titik penghentian transportasi massal di suatu lokasi—serta kawasan industri menjadi pertimbangan pengembang dalam membangun jenis propertinya tersebut.
Proyek-proyek seperti Bassura City (Jakarta Timur), Green Bay Pluit (Jakarta Utara), The Green Pramuka dan Holland Village (Jakarta Pusat), dan St Moritz (Jakarta Barat) mengadopsi konsep one-stop living. Berkaitan dengan sektor properti, optimisme perkembangan industri di sektor ini pun dinilai cukup baik, hal ini dapat terlihat dari angka penanam modal yang dilakukan oleh investor asing yang pada tahun 2016 kuartal II mencapai Rp151,6 triliun lebih tinggi sekitar 12,3 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2015 (2).
Selain itu, lebih banyak warga yang meminati rumah tapak dibandingkan rumah susun karena jumlah ruang kamar tidurnya yang relatif lebih banyak, serta prestise dari proyek buatan pengembang yang lebih memiliki reputasi. Karena budget perusahaan terhadap ekspatriat diturunkan, banyak ekspat yang harus pindah ke apartemen titel strata yang lebih terjangkau, sehingga Colliers memprediksikan apartemen servis tidak akan mengalami kenaikan di beberapa kuartal ke depan.
Tak heran, meski pasar property khususnya rumah di tahun-tahun belakangan cenderung mengalami penurunan, tidak demikian dengan pasar apartemen di kota besar seperti Jakarta yang cenderung stabil. Maklum, tahun itu bisnis properti melaju pesat di luar perkiraan, nilai kapitalisasi pasarnya melonjak 78 persen, dari Rp 25,79 triliun pada tahun 2002, menjadi Rp 45,90 triliun pada tahun 2003.
Rupiah Senin Pagi Kembali Melemah 15 Poin Ke Rp13.762
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat sebesar 5,18 persen tahun ke tahun. Walaupun ada penurunan penjualan pada tahun lalu, segmen apartemen untuk kelas menengah ke bawah mengalami penjualan yang lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk itu, lanjut Ratdi, pihaknya berani menawarkan per unit apartemen di angka Rp 500 jutaan.
Naik 35 Poin, Rupiah Berada Di Rp13.747
Selain Hollywood Residence, bulan April ini pasar akan diguyur pasokan properti baru lainnya, seperti Sudirman Residence, Jalan Soedirman, Jakarta Pusat-yang digarap Tan Kian bersama Grup Salim; ‘Setiabudi Residence’ yang dikembangkan PT Jakarta Setiabudi International, di kawasan Kuningan; pembangunan shopping mall dan pusat perdagangan (trade center) di lokasi Hotel Indonesia dan Hotel Wisata oleh Grup Djarum dan pembangunan pusat grosir Tanah Abang.
MESKI pembangunan proyek-proyek properti baru belakangan ini lebih didominasi oleh para pemain baru, bukan berarti para pemain lama “tidur lelap”. Untuk lokasi, Jabodetabek masih menjadi lokasi incaran bagi responden yang membeli rumah, dengan Jakarta berada di posisi teratas, disusul Bogor. Sekarang ini semakin banyak proyek apartemen dan perkantoran mewah berdiri berdampingan di kawasan itu.
Beberapa pilihan hunian vertikal dengan harga murah juga mulai bermunculan di kawasan satelit yang berbatasan langsung dengan ibukota, misalnya di Margonda Depok, Ciputat, dan Tangerang Selatan. Jumlah pasokan kantor baru selama 2017 yang terletak di luar pusat bisnis atau central business district (CBD) lebih sedikit daripada tahun sebelumnya. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal kedua tahun 2016 menunjukkan tren yang positif.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Potensi Besar, Rifan Financindo dan BBJ Gelar Edukasi Pasar
Rilis Cushman & Wakefield menyatakan, sebanyak 18 proyek kondominium atau apartemen di kawasan tersebut diselesaikan selama kuartal-IV tahun 2017, membawa 13.484 unit baru ke pasar, atau peningkatan 6,2 persen dibandingkan total pasokan pada kuartal sebelumnya. Contohnya seperti sektor perkantoran, permintaan sewa kantor di wilayah Central Business District (CBD) Jakarta mengalami penurunan permintaan, tercatat sepanjang kuartal II 2016 permintaan sewa kantor menjadi 85,6 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 93,7 persen (3).